Label Populer

Kreasi Bungkus Kopi

Mencoba untuk melakukan serangkaian obrolan ringan di minggu pagi, mengenai apa yang dilakukan oleh msyarakat kota bandung, khususnya dalam usaha megelola sampah.

Saya berkunjung ke daerah tepatnya di jalan Sawah kurung dalam No. 33, yaitu rumah Ibu Eti. Lokasi yang cukup mudah ditempuh dari pusat kota dan jalan utama (jl. Moh. Ramdhan), namun untuk menuju rumah, hanya akses kendaraan roda dua yang bisa menuju lokasi tersebut (sekitar 100-150 meter dari jalan sawahkurung raya). Di rumah yang cukup sederhana ini ternyata saya di terima dengan keramahan tuan rumah, walaupun masih sangat pagi, sekitar jam 7.30 han (hmmmm…. waktu yang wajar untuk berkunjung gak ya???…). Setelah sedikit perkenalan diri, kemudian kami pun mulai berbincang.

Ibu Eti ini terkenal dengan hasil karya daur ulang kantong dari bungkus kopi, begitu beliau dikenalnya. yang telah berjalan lebih dari sekitar 10 tahun. Rumah tinggal yang juga sekaligus juga dijadikan tempat workshopnya, menjadi pusat kreativitasnya, dari tempat inilah berbagai kegiatan kerajinan tangan dihasilkan, dengan berbahan dasar dari bungkus kopi sachet bekas berbagai merk, dibuat sedemikan rupa menjadi berbagai jenis kerajinan, diantaranya; tas beraneka ukuran mulai dari yang kecil, medium sampai yang besar, tempat tissue, dan karpet. Bahan-bahan berupa bungkus kopi bekas ini, di dapatkan dari berbagai sumber, seperti dari warung dan juga dari warga sekitar yang sudah mengetahui kegiatan Bu Eti, dan mereka menyetorkan nya langsung apabila sudah terkumpul cukup banyak, perminggu atau per dua pekan.

Pada saat berkunjung, saya diperlihatkan berbagai hasil karyanya, namun saya tidak melihat bahan dasarnya, karena pada saat kunjungan tidak sedang memproduksi/ membuat kerajinan dari bungkus kopi tersebut.

Pada awalnya Bu Eti mengerjakan daur ulang bungkus kopi ini menjadi kerajinan tangan, dengan usahanya sendiri, dari hasil yang dibuatnya ternyata memberikan hasil yang cukup lumayan, kreasinya tersebut selain dimanfaat sendiri, juga bisa dibeli alias di jual kepada masyarakat umum atau pun pemesan, dengan kisaran harga yang cukup terjangkau, antara Rp. 85.000,- sd Rp. 35.000,- tergantung dari ukuran dan juga tingkat kerumitan, missal untuk karpet dengan ukuran sekitar 60 x 100 cm, biasanya di bandroll dengan harga Rp. 80.000,- untuk tas ukuran sedang dibandroll dengan harga skitar Rp. 50.000,- , sedangkan untuk tas kecil, vas bunga, tempat tisu, di beri harga kisaran Rp. 35.000,-

Waktu pengerjaan untuk pembuatan 1 jenis barang, bisa kurang dari 1 minggu atau bisa 1 bulan, tergantung ketersedian bahan dan kreasi yang akan dibuat, perlu diketahui juga bahwa dalam pembuatan kreasi ini dilakukan dengan tangan, alias hand made.

Ketika saya tanyakan apa yang mendasari Ibu Eti untuk membuat kreasi daur ulang bungkus kopi, beliau menjawab, ketika banyak melihat sampah, terutama sampah bungkus kopi di sekitar rumah, dan juga mendapat informasi mengenai bahaya plastic dan juga tentang pentingnya pemisahan sampah, akhirnya tergerak untuk memanfaat bungkus plastic kopi tersebut, kemudian dikumpulkanlah bungkus kopi, dan mulai membuat kreasi dari bungkus kopi tersebut, awalnya memang terasa sulit, karena belum terbiasa, namun setelah sekian lama dan di coba terus akhirnya membuahkan hasil, kemudian produk-produknya di perlihatkan kepada tetangga dan juga saudara, mereka tertarik dan merespon cukup baik, sampai akhirnya banyak dari mereka yang ingin belajar, setalah itu akhirnya bisa membuat berbagai kreasi, yang hasilnya kemudian bisa di pamerkan dan dijual, selain itu banyak dari masyarakat luar yang datang berkunjung ke rumah untuk sekedar menanyakan bahkan sampe mengadakan workshop di tempat beliau secara langsung.

Selain bungkus kopi, Ibu Eti juga bisa membuat kreasi dari bungkus mie instan, plastik AMDK, namun lebih banyak menggunakan bungkus kopi, selain bahannya mudah didapat, masyarakat juga lebih sering mengkonsumi kopi instan terutama dari warung miliknya, bahan yang mudah di dapat serta penanganannya yang mudah, apabila kondisinya dalam keadaan baik (ada cara memotong/ menggunting bungkus kopi)

Selain memanfaatkan bungkus kopi untuk dijadikan kreasi tas dan lain sebagainya, ternyata Ibu Eti juga telah melakukan pengomposan, tak lama setelah mendapatkan penyuluhan tentang pengelolaan sampah. Bu Eti melakukan pengomposan dengan menggunakan keranjang takakura, namun pada saat saya berkunjung tidak melihatnya secara langsung, karena ruang tempat penyimpanan takakura nya sedang dilakukan renovasi.

Secara umum Bu Eti ini telah melakukan suatu tahapan dalam melakukan pengelolaan persampahan, untuk bungkus kopi yang termasuk bahan anorganis, bisa dimanfaatkan dengan merubah nya menjadi bentuk lain berupa tas, karpet, dll. yang pada prinsipnya memperpanjang usia pemakain bahan tersebut sebelum akhirnya menjadi sampah. Selain itu langkah sederhana untuk menyelesaikan masalah sampah pun bisa tercapai, yaitu yang pertama dengan memisahkan sampah sejak awal/sejak membuang sesuai jenisnya (bahan organis dan aorganic), dan yang kedua memanfaatkannya (sampah organis dimanfaatkan mejadi kompos dan sampah anorganis dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan).

Perlu diingat apa yang dilakukan Bu Eti merupakan langkah yang cukup baik sebagai usaha yang dilakukan untuk menangani permasalahan sampah di Kota Bandung dan patut untuk ditiru serta diaplikasikan, namun menurut pendapat pribadi saya, hal ini akan lebih baik lagi bila kita mencegah dari awal potensi bahan yang akan menyebabkan sampah, misalnya tidak membeli kopi dalam bentuk rencengan, bisa beli dalam bentuk yang curah dengan menggunakan wadah sendiri.

Semua yang kita lakukan adalah pilihan, dan setiap pilihan pasti ada konsekuensi nya, dan setiap pilihan itu tergantung dari pribadinya masing-masing, dan untuk saya secara pribadi, saya akan lebih memilih untuk mencegah dari awal potensi terjadinya sampah.

Sebelum perbincangan ini berakhir, Rumah Bu Eti bisa dikunjungi oleh siapapun yang ingin mengetahui lebih banyak kerajinan daur ulang plastic dari bungkus kopi, namun alangkah baiknya kita lakukan janjian terlebih dahulu, walaupun pada dasarnya bisa dikunjungi tiap hari, pagi sampai sore, dan pada waktu tertentu sesuai dengan perjanjian terlebih dahulu.

Bagi siapa pun anda yang ingin lebih tahu mengenai kreasi dari bungkus kopi silahkan datang langsung ke lokasi yang beralamat di Jl. Sawahkurung Dalam No.33 Rt.02 Rw.05, Kelurahan Ancol, Kecamatan Regol, Kota Bandung 40123 Jawa Barat. (Lat. – 6,934177 Long. 107,611873)

Rikrik Sunaryadi, 04 Feb 2015
Label

UJI COBA SURVEY DETEKTIF SAMPAH.ID

Setelah mengikuti pelatihan detektif sampah tadi siang, saya beserta Fatiya tepat pukul 14.00 WIB meninggalkan lokasi pelatihan tepatnya di YPBB (Jl. Sidomulyo No. 21). Dengan terburu-buru kami bergegas ke tempat pelatihan mengenai lingkungan juga.

Pukul 16.40 WIB, kami menuju lokasi pengepul/bandar sampah yang terletak di Jl. Kembang Sapatu tepatnya daerah kosambi, kota Bandung.

Apa sih pengepul sampah, mungkin ada yang belum tahu...
Jadi, secara garis besar pengepul/bandar ialah tempat dimana kita sebagai masyarakat bisa menjual sampah daur ulang seperti botol plastik, kertas hvs bekas, koran bekas, kaleng, kaca, dan masih banyak lagi.

Kondisi jalan kosambi sangat macet saat saya lewat, untungnya saya menggunakan sepeda jadi bisa selap-selip diantara kendaraan mobil dan motor. Sedangkan Fatiya menggunakan angkot, kami janjian di depan jl. Kembang Sapatu.

Setibanya saya dilokasi sekitar pukul 17.00 WIB, ternyata Fatiya belum tiba jadi saya menunggu. Pukul 17.15 WIB Fatiya tiba dan kami menyusuri Jl. Kembang Sapatu, dan akhirnya menemukan 1 bandar/pengepul yang sedang beres-beres dan mau tutup. Kami langsung menanyakan hal-hal seputar tugas survey yang kami dapatkan. Tanpa basa-basi saya meminta izin untuk foto-foto dilokasi tersebut, dan Fatiya melakukan wawancara.



Pada lokasi pengepul tersebut, terlihat di dalamnya ada botol plastik yang telah dikarungi dan siap dibawa oleh bandarnya. Namun adapula sampah yang berantakan, berserakan dan tak terlihat begitu jelas sampah apa yang menumpuk.


Hasil survey yang kami lakukan pada pengepul tersebut yang dimiliki oleh Pak Ono Sukarna, pengepul buka setiap hari pada pukul 07.00 WIB - 17.00 WIB.
Sampah yang diterima dan harga per kg, diantaranya :
-Kaleng = Rp. 700,-
-Koran = Rp. 1500,-
-Duplek = Rp. 300,-
-CD/Kertas Buram = Rp. 500,-
-Besi isi = Rp. 2500,-
-Besi s2 = Rp. 1500,-
-Alumunium SA = Rp. 13500,-
-Tembaga TP (tipe rambut) = Rp. 55000,-
-Tembaga TS (tipe lidi) = Rp. 50.000,-
-Kardus = Rp. 1500,-

Adapun sampah lain yang diterima seperti gelas aqua, botol, plastik jenis PP dan PE. Namun, dari keterangan pengepul harganya sedang tidak stabil jadi kami tidak mendapatkan data-data sampah tersebut.

Kondisi barang yang diterima bisa dalam kondisi bagus/rusak sebagian ataupun rusak. Sistem pengumpulan dapat dropping point alias datang sendiri membawa barangnya dan bisa diambil dalam kapasitas yang besar minimal 1 kuintal. Dan mereka menerima sampah bila sudah terpisah. Dan sistem penukaran hanya dengan uang saja.

Adapun hal lain, sampah tersebut bukan mereka yang mengelola pengepul hanya mengumpulkan saja yang selanjutnya sampah diambil oleh bandarnya. Untuk sampah kaleng diambil oleh bandar dari nanjung, dan sampah botol plastik dari cicadas atau cicabe.

Ketika kami menanyakan mengenai pengepul didaerah sana, ternyata beliau menyarankan kepada kami untuk mencari pengepul lain 200 meter dari tempat pengepul Pak Ono.


Waktu sudah menunjukkan pukul 17.50 WIB. Meski untuk tugas ujicoba ini diwajibkan untuk survey di satu titik, kami tetap memanfaatkan untuk survey juga ke pengepul lain disekitar jl. Kembang Sapatu.

Untuk pengepul yang kedua dimiliki oleh Ibu Ade. Ketika kami datang ke lokasi, beliau langsung memanggil kami, agar mewawancarainya ditempat dia sedang duduk beristirahat. Seperti biasa saya ambil foto-foto dan Fatiya wawancara.


Hasil wawancara, mengenai harga dan lainnya tidak jauh berbeda dengan pengepul pertama tadi. Hanya berbeda untuk waktu beroperasi, pukul 08.00 WIB - 18.00 WIB.
Dan sampah diambil oleh bandar dari by pass.

Setelah selesai kami pulang, dan mengerjakan tugas yang satu ini (nulis di blog). hehe

Semoga bermanfaaf.. ^_^

Suci Fitriana, 31 Jan 2015
Label

jalan-jalan ke tempat pengepul

Hari ini kita jalan-jalan ke pelapak pengepul di jalan gedebage selatan nama tempatnya PD.Sumber Ganda Mekar nih penampakan gerbang luarnya biar ga salah masuk hihi
Tempat pengepul sampah milik bpk H.Maman ini ternyata hanya menampung besi dan logam bekas lainnya,untuk plastik dan kayu hanya bisa diterima dalam jumlah yang besar,PD.Sumber Ganda Mekar ini hanya buka pada hari senin sampai sabtu jam operasionalnya mulai dari jam 08.00 pagi sampai jam 04.00 sore,karena kita datang pada hari minggu jadi tempatnya tutup deh tapi untungnya masih ada karyawan di lokasinya jadi bisa sedikit tanya-tanya dan foto-foto.ini nih contohnya:
Banyak banget kan barang logam dan besi yang ditampung disini..buat pabrik atau perusahaan besar yang punya barang besi atau logam yang tidak terpakai mending dikilo aja disini biar ga numpuk jadi sampah ga jelas kan.Udah dulu ah nanti saya post lagi kegiatan yang lainnya ok.bye

Eka Trisna, 31 Jan 2015
Label

Ini Pengepul Logam punya Pa Maman

Hai,mungkin ini pertama kalinya saya membuat suatu karya tulisan di blog karena saya baru memliki blog tadi malam hahaha,mohon maaf apabla ada salah-salah dalam pengetikan oke next....
Disini saya akan menceritakan mengenai perjalan saya sebagai surveyor detektif sampah.Apa itu detektf sampah? kalian bisa cek di bebassampah.id hehe
Kemarin tanggal 31-01-2015 saya bersama rekan sesama surveyor yang bernama Titi menyusuri jalan tepatnya Jl.Asep Berlian.Tujuan kami kesini untuk memverifikasi mengenai tempat pengepul yang ada di sekitaran jalan tersebut,salah satunya pengepul logam dengan pemilik yang bernama Pa Maman.Kalo kalian lagi cari tempat atau punya tugas tentang pengepul logam yang ada di daerah bandung mungkn bisa dicoba salah satunya kesini.

Sebenernya tempat pengepul ini tidak punya nama tempat yang spesifkasi namun,pa Maman bilang 'Ya..bilang saja ini namanya Pengepul Logam Pa Maman' sambil tertawa.Alamat lengkap pengepul pa Maman ini berada di Jl.Asep Berlian no.49 dekat Gg.Garuda Rt.01/06, waktu operasional dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore.Kami disini dibantu aplikasi "peta koordinat" ceritanya biar ngga nyasar sekalian kita memverifikasi tempat juga.Kalian bisa download ko di handphone smarthphone masing-masing haha.Ini hasil capture map nya.
Jl.Asep Berlian Cbeunyng Kidul Kota Bandung,Jawa Barat 40121
Setelah sampai di tempat pengepul ,kami menanyakan beberapa pertanyaan terkait dengan pengepul.Pa Maman menceritakan awal dari dia membangun usaha pengepul logam di daerah Jawa Tengah sejak tahun 1996 sampai dia membuka usaha pengepul logam lagi di daerah Bandung yang masih berjalan sampai sekarang .Terdapat 3 jenis logam yang diterima oleh pa maman yaitu: Alumunium,Tembaga,dan Kuningan, selain itu tdak diterima.Jenis material Alumunium harganya berkisar 12.000 ribu/kg ,untuk material Tembaga 50.000 ribu/kg sedangkan bahan material Kuningan berksar 30.000 ribu/kg.

Jenis-jenis material yang diterima

Logam tersebut diterima dari para lapak langganannya,rata-rata satu hari memperoleh 3-4 ton.Kondisi material yang diterimanya semua dalam kondisi rusak ' ya namanya juga barang rongsok,yang namanya rongsok ya pasti rusak hehe ' ujar pa Maman. Sistem pengumpulan dilakukan secara dropping point atau bisa diambil langsung.Untuk sistem pemisahannya sendiri sudah dalam keadaan terpisah sesuai dengan logam tersebut.

Kondisi material yang sudah dipisahkan sesuai jenisnya

Oh iya ini saya perkenalkan pemilik pengepul yang bernama Pa Maman dan salah satu pegawainya di tempat pengepul,yoo eksis duluuu haha

Pa Maman pemilik pengepul logam

Salah satu pegawai di pengepul logam pa Maman
Mungkin kurang lebihnya itu informasi kami mengenai pengepul logam Pa Maman di Jl.Asep Berlian.semoga bisa memberikan informasi dan bermanfaat :)

Muthia Damayanti, 31 Jan 2015
Label